Loading...
About Us

Journal

Penanaman Kopi, Sebuah Perjalanan Awal Dari Secangkir Kopi

Published on Jul 19, 2017

Indonesia dianugerahi kemampuan sumber daya alam yang begitu potensial untuk memilih menjadi salah satu rumah bagi tumbuh dan berkembangnya jenis tanaman. Kemampuan tersebut dimanfaatkan sebagai media yang salah satunya untuk membudidayakan jenis tanaman kopi. Nah, mari sejenak kita membahas tentang perjalanan mula secangkir kopi.

 

Kopi adalah komoditas tanaman perkebunan yang paling tinggi tingkat perdagangannya di dunia dan dikonsumsi hampir di semua negara, mulai dari Amerika Latin, Uni Eropa hingga Asia. Pada tingkat konsumsi, Finlandia menjadi negara dengan jumlah konsumsi kopi paling tinggi mencapai angka 12 Kg perkapita pertahunnya hingga kurun waktu tahun 2016. Ini adalah salah satu indikasi tentang tingginya kebutuhan akan kopi. Sedangkan sebagai negara penghasil kopi terbesar di dunia, sampai tahun 2016 Indonesia berada di posisi keempat setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia.

 

Kondisi ini menarik perhatian besar bagi industri kopi dunia untuk mampu menjaga serta meningkatkan bukan saja dari segi kuantitas, tapi juga kualitas khususnya pada sektor budidaya tanaman kopi. Pembentukan kualitas aroma dan rasa sebuah kopi  yang dimulai selama proses di kebun memiliki pengaruh yang cukup besar, dengan asumsi mencapai angka 55%. Persentase ini didapat dari berbagai faktor. Keadaan iklim, intensitas penyinaran matahari, curah hujan, keadaan topografi dan jenis tanah, lalu varietas kopi hingga proses paska panen seperti metode pengeringan biji kopi — semua mempengaruhi kualitas kopi yang dihasilkan.

 

Sebagian dari kita mungkin juga masih belum begitu memahami bahwa proses di kebun memiliki pengaruh yang begitu besar terhadap kualitas karakteristik aroma dan rasa pada kopi. Hal-hal mendasar yang mungkin perlu diperhatikan dari proses penanaman kopi dimulai dari kondisi bibit kopi yang digunakan.

 

Pemilihan bibit kopi menjadi salah satu faktor yang akan membentuk kualitas dari tanaman kopi, mulai dari kemampuan bertahan pada kondisi lingkungan, kuantitas dan kualitas hasil panen hingga ciri khas aroma dan rasa yang dimiliki. Oleh karena itu, sebagai informasi yang mungkin akan bermanfaat bagi para pembaca, penulis akan membagikan beberapa hal yang dapat diperhatikan tentang proses kelahiran kopi.

 

Agar dapat menghasilkan kopi yang berkualitas, dibutuhkan rangkaian proses yang baik dan berkualitas pula. Langkah pertama yang dapat dilakukan sebelum fase penyiapan bibit tanaman kopi adalah memilih varietas kopi yang akan dibudidayakan. Pilihan dapat dijatuhkan pada jenis kopi arabika misalnya. Kemudian, tentukan varietas dari kopi arabika seperti varietas murni (Typica) atau varietas dari persilangan/mutasi alami (Bourbon/Caturra/Geisha) maupun persilangan/mutasi buatan (Kartika/S-795/P88).

 

Tahap berikutnya adalah penyiapan bibit kopi. Pada proses ini, bibit dari tanaman kopi umumnya membutuhkan area tumbuh khusus yang dibuat secara mandiri agar terlindung dari sinar matahari langsung dengan media tanam yang khusus pula, disesuaikan untuk memicu tumbuhnya tunas dari biji kopi. Proses penanaman bibit kopi sendiri dilakukan saat awal musim penghujan atau selama musim penghujan dengan tujuan untuk mendapati intensitas penyinaran matahari yang tidak terlalu tinggi. Setelah nantinya tunas keluar dan lepas dari biji kopi, lalu bibit tanaman kopi mulai mampu menyerap makanan sendiri, langkah selanjutnya adalah memindahkan bibit kopi ke media tanam berupa polybag (indivual pots) secara hati-hati dan dengan formulated soils. Pada bagian ini, bibit kopi mulai mendapat frekuensi asupan air secara bertahap dan shaded from bright sunlight.

 

Setelah melewati proses penyemaian dan penanaman bibit kopi pada polybag, hal berikutnya yang harus dilakukan adalah persiapan lahan (semisal jenis pupuk dan kadar pH tanah) serta pohon peneduh. Pohon peneduh memiliki peran sebagai pengatur intensitas cahaya matahari. Hingga akhirnya kita akan sampai pada tahap penanaman bibit kopi di lahan siap tanam, lalu proses perawatan tanaman kopi agar mampu tumbuh dan berkembang dengan baik sampai saat nanti kopi mulai memasuki musim panen.

 

Proses penanaman kopi memang merupakan bagian krusial yang akan menentukan kualitas tumbuh dan berkembangnya tanaman kopi. Semakin baik dan berkualitas proses penanaman kopi selama di kebun, maka akan berujung pada kualitas buah kopi yang dihasilkan. Rangkaian dari tahapan tersebut menjadi salah satu konsentrasi penting yang diambil oleh salah satu coffee shop di Jakarta yaitu Tanamera Coffee. Tanamera Coffee menjual biji kopi yang didapat dengan langsung bekerja sama bersama para petani kopi dari berabgai daerah di Indonesia. Tertarik mencoba? Biji kopi berkualitas tinggi yang dijual Tanamera ini dapat Anda dapatkan di halaman https://tanameracoffee.com/ID/product-category/beans/single-origin/

Share Now