img.png
News

Cita Rasa Khas Kopi dari Negeri di Atas Pegunungan, Tana Toraja

04.05.17

Cita Rasa Khas Kopi dari Negeri di Atas Pegunungan, Tana Toraja

 

Biji kopi dari Tana Toraja yang fresh

Tana Toraja adalah sebuah wilayah dengan berbagai daya tarik. Kota di mana suku Bugis lahir dan tinggal ini dikenal sebagai salah satu rekomendasi tujuan wisata karena keindahan pegunungan, keunikan adat istiadat, serta budayanya. Bahkan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menetapkan kota ini sebagai salah satu warisan dunia yang harus dijaga kelestarian, keunikan serta kekayaan adat-istiadat dan budaya yang dimilikinya. Tak hanya kaya dalam pariwisata dan kebudayaan, Tana Toraja pun merupakan penghasil kopi berkualitas di Indonesia.

Secara terminologi, dalam Bahasa Bugis Toraja berarti “orang yang berdiam di dataran tinggi”. Hal tersebut dapat dikaitkan dengan letak Tana Toraja yang berada di atas pegunungan dengan rata-rata ketinggian antara 1.000 – 1.500 mdpl. Tana Toraja  beriklim tropis basah sehingga temperatur rata-rata berkisar 15˚C - 25˚C dan curah hujan berkategori sedang-tinggi mencapai angka lebih dari 3.500 mm/tahun. Kondisi tersebut memberikan Tana Toraja kemampuan sebagai media tumbuh ideal bagi kopi, khususnya arabika.

Masing-masing daerah di Indonesia menghasilkan karakteristik rasa khas nan unik bagi kopi yang dihasilkan, seperti sensasi buah citrus yang terdapat pada kopi dari Bali atau sensasi spicy-floral yang dimiliki kopi dari Aceh. Demikian juga kopi yang diproduksi di Tana Toraja mempunyai karakteristik rasa dan aroma khasnya sendiri, yaitu chocolaty dan nutty. Karakter tersebut bukan dihasilkan melalui proses percampuran antara biji kopi dengan bubuk coklat atau kacang-kacangan, melainkan pengaruh dari kondisi iklim Tana Toraja, ketinggian tempat kopi ditanam dan tumbuh, curah hujan yang sedang sampai tinggi hingga kondisi tanah di Tana Toraja yang berjenis endapan liat/marine (alluvial kelabu, mediteran, brown forest dan podsolit merah kuning). Faktor-faktor inilah yang membentuk keistimewaan rasa dan aroma dari kopi Tana Toraja.

Di tahun 2012, dalam sebuah acara lelang kopi yang diadakan di kota Surabaya kopi Toraja mendapatkan impresi begitu baik saat penilaian uji cita rasa dan aroma (cupping score). Kesan spesial ini berhasil membawa nama Toraja sebagai salah satu origin kopi berkualitas dari Indonesia hingga ke tingkat dunia. Cita rasa dan aroma khas kopi Toraja membawa peminumnya menyentuh pengalaman menikmati kopi yang cita rasanya menyerupai karakter kopi-kopi dari Afrika dengan tekstur yang berisi (full body), kesegaran menyerupai buah-buahan tropis seperti apel lalu diikuti sensasi herbal, nutty dan dark chocolate taste.

Keunikan karakter rasa dan aroma tersebut dapat terus dijaga dan ditingkatkan melalui proses pengolahan paska panen, mulai dari natural process, pulp-natural/honey process ataupun washed process. Kemudian, proses tersebut akan semakin optimal jika didukung dengan pemahaman akan proses roasting. Rangkaian tahap demi tahap ini yang membuat kopi menjadi nikmat saat dikonsumsi. Hal ini pula yang diterapkan Tanamera Coffee sebagai salah satu coffee shop yang berlokasi di Jakarta dengan komitmennya untuk memperkenalkan secara luas kopi-kopi arabika berkualitas dari Indonesia. Toraja menjadi salah satu origin yang dipilih Tanamera Coffee  untuk ditawarkan kepada para penikmat dan pencinta kopi di Indonesia agar dapat ikut merasakan kenikmatan khas kopi dari Negeri di Atas Pegunungan, Tana Toraja.

SHARE THIS ARTICLES

Success add to cart!

Sorry, this product option is out of stock.